Landing ScholarBot sudah online. Live demo AI sedang disiapkan dan belum tersedia; contoh percakapan di halaman ini adalah ilustrasi.

AI Learning Workspace / v3.2

Belajar dari materimu sendiri1

ScholarBot membaca PDF dan catatan yang kamu unggah, menjawab dengan bahasa yang kamu pahami, lalu menunjukkan potongan sumbernya — supaya kamu bisa memeriksa, bukan sekadar percaya.

Proyek personal · Python + FastAPI + React · tanpa vector database

Klik penanda 1 di jawaban untuk membuka sumbernya.

tes otomatis lulus
111
endpoint REST API
13
mode personality
4
vector database
0
Tangan menulis rumus integral dengan kapur di papan tulis hijau yang penuh notasi matematika.
Foto: Vitaly Gariev / Unsplash

Latar belakang

Chatbot biasa tidak pernah membaca modulmu.

Ia menjawab dari rata-rata internet. Padahal yang kamu ujikan minggu depan adalah slide dosen, catatan kelas, dan rangkuman yang cuma ada di foldermu.

  • 01 Jawaban generik. Istilahnya beda dengan yang dipakai pengajarmu, contohnya tidak nyambung.
  • 02 Tidak bisa diperiksa. Kamu tidak tahu kalimat mana yang benar-benar berasal dari materi.
  • 03 Belajarnya pasif. Tidak ada ukuran kemajuan — hanya percakapan yang menumpuk.

Kemampuan

Enam hal yang dikerjakan ScholarBot

  1. RAG multi-dokumen

    Unggah PDF atau TXT. Teks diekstrak, dipotong di batas topik, lalu dipakai sebagai sumber jawaban.

  2. Sitasi inline

    Tiap kalimat yang berasal dari dokumen ditandai n dan bisa diklik ke potongan aslinya.

  3. Semantic search hibrida

    Cosine similarity NumPy untuk menangkap makna, dengan keyword search sebagai jaring pengaman saat API embedding mati.

  4. Quiz & mastery

    Soal dirangkai dari riwayat diskusimu sendiri, lalu skornya memperbarui progres penguasaan per topik.

  5. Mind map interaktif

    Struktur materi divisualkan sebagai graf yang bisa diperluas node per node.

  6. Memory & personality

    Ingat nama dan topik yang sudah dibahas. Empat gaya bicara, dari formal sampai santai.

Cara kerja

Dari berkas mentah ke jawaban bersumber

  1. 1

    Unggah

    PDF atau TXT masuk lewat /api/upload.

  2. 2

    Ekstraksi

    pypdf untuk PDF, deteksi encoding otomatis untuk TXT.

  3. 3

    Chunking

    Dipotong di titik pergantian topik memakai ambang persentil dinamis.

  4. 4

    Retrieval

    Embedding cosine digabung keyword TF, diambil tiga potongan teratas.

  5. 5

    Jawaban

    Konteks disuntik ke prompt, jawaban keluar token demi token dengan penanda sumber.

Setiap tahap punya jalur cadangan. Saat API embedding mati atau kena rate limit, sistem turun ke keyword retrieval tanpa memunculkan error ke pengguna.

Bagian favorit saya

Setiap klaim membawa nomor halamannya.

Model diminta menutup tiap kalimat yang berasal dari materi dengan penanda n, dan hanya boleh memakai nomor yang benar-benar dikirim ke dalam prompt. Nomor karangan disaring di backend, penanda di luar rentang dibiarkan sebagai teks biasa. Kalimat dari pengetahuan umum sengaja dibiarkan tanpa penanda — supaya kamu tahu mana yang bisa ditelusuri.

  • Nomor yang stabil. Label di prompt, di jawaban, dan di kartu sumber adalah angka yang sama.
  • Bisa diperiksa. Satu klik membuka potongan teks persis yang dipakai, lengkap dengan skor relevansinya.
  • Jujur soal batas. Sumber yang tidak terpakai ditandai, bukan disembunyikan.

Dibangun dengan

Ringan sampai ke tulangnya

Tanpa GPU, tanpa database server, tanpa vector store. Backend-nya muat di instance terkecil.

Deretan rak kayu berisi buku-buku tua di perpustakaan dengan cahaya hangat.
Foto: Annie Spratt / Unsplash

Untuk siapa

Buat yang belajarnya dari tumpukan materi sendiri

Siswa yang mau materi dijelaskan ulang tanpa merasa dihakimi. Mahasiswa yang menghadapi slide padat di semester awal. Dan siapa pun yang belajar mandiri dari e-book serta catatan yang menumpuk di folder.

ScholarBot bukan pengganti guru atau buku. Ia teman belajar yang tidak pernah kehabisan kesabaran, dan selalu mau menunjukkan dari mana jawabannya datang.

Status live demo